SMS Berantai Yang Menyesatkan…

Baru – baru ini para pengguna ponsel dibuat panik. Biangnya adalah sebuah SMS yang menghimbau pengguna ponsel mematikan ponselnya pada periode tertentu untuk menghindari bahaya radiasi yang akan timbul.

Apalagi isi pesan singkat itu mencatut nama sebuah stasiun televisi nasional sebagai sumber, yang tentu saja hanyalah bohong belaka dengan tujuan meyakinkan pengguna bahwa informasi tersebut dapat dipercaya.

Selain SMS mengenai radiasi, ada satu SMS lagi yang cukup menghebohkan yaitu yang berisi tudingan miring kepada Axis, sebuah operator seluler baru di Indonesia.
Pesan tersebut menghimbau pengguna untuk menghindari Axis karena dianggap kartu setan. Di akhir pesan juga ditambahkan permintaan untuk menyelamatkan jiwa teman – teman dengan mengirimkan pesan tersebut agar para teman mengetahuinya sehingga jiwanya dapat diselamatkan.

Sebagai operator baru, Axis bagaikan mendapat buah simalakama ketika diterpa tudingan miring itu. Di satu sisi, tudingan tersebut bisa menjatuhkan nilai operator baru itu di masyarakat. Di sisi lain, hal itu dapat menjadi sebuah promosi bagi Axis karena masyarakat yang semula tidak mengenal jadi tahu.

Selain hadir dengan informasi yang meresahkan, SMS kabar bohong (Hoax) ini juga terkadang hadir dengan informasi yang terlihat menyenangkan dengan membuat pesan seakan – akan suatu operator sedang berulang tahun, dan untuk merayakannya operator tersebut akan membagi – bagikan pulsa dengan nominal tertentu jika pengguna mengirimkan kembali pesan tersebut dalam jumlah tertentu.

SMS dengan modus seperti ini juga biasanya disebut sebagai SMS berantai karena biasanya diakhir informasi disisipkan kata – kata tambahan mengirim kembali pesan tersebut kepada pengguna lain. Jika setiap penerima kemudian mengirimkannya kembali, maka mata rantai tersebut akan terus berjalan.

Disebut Hoax karena SMS ini menyampaikan informasi yang tidak bias dipertanggung jawabkan dengan bahasan yang sekiranya dapat menarik minat penerima pesan untuk merespon isi pesan tersebut.

Bagi sebagian masyarakat, hal tersebut bukanlah sesuatu yang baru karena pesan semacam ini sebenarnya telah ada sejak dahulu. Hanya saja bentuk dan medianya selalu berubah mengikuti perkembangan jaman.

Melihat sejarahnya, pada masa lalu pesan berantai semacam ini kali pertama menyebar dengan menggunakan media secarik kertas fotokopi yang dimasukkan ke dalam rumah – rumah secara langsung. Seiring dengan kemajuan teknologi, pesan – pesan tersebut kini lebih sering disebarkan lewat ponsel dan jaringan internet, baik melalui email, forum, maupun sarana online lainnya.

Walau sebenarnya merupakan jebakan yang sama, pesan – pesan SMS semacam ini masih banyak dipercaya masyarakat sehingga menimbulkan efek berantai. Padahal kalau dipikir dengan seksama, menuruti pesan tersebut hanya akan merugikan diri sendiri.

Bayangkan saja berapa pulsa yang harus terpotong dari ponsel kita jika kita mengirimkan SMS tersebut ke beberapa teman. Maka jika anda mendapat SMS semacam ini, alangkah baiknya tidak usah ditanggapi sehingga mata rantai tersebut akan terputus.




0 Comments:

Post a Comment